Pertarungan sengit di jantung Liga Italia musim ini kembali menyuguhkan drama memukau, di mana AC Milan berhasil menunjukkan ketangguhan mental dan kualitas mereka saat bertandang ke markas Como 1907. Dalam sebuah laga yang berlangsung di Stadio Giuseppe Sinigaglia pada tanggal 15 Januari 2026, Rossoneri berhasil membungkam tuan rumah dengan skor akhir 1-3. Kemenangan alexavegas ini bukan hanya sekadar tambahan tiga poin, melainkan sebuah pernyataan kuat dari tim tamu yang datang dengan ambisi besar, sembari menjaga rekor tandang gemilang mereka.
.png)
Pusaran drama dimulai ketika Como 1907, klub yang kini di bawah kepemilikan konglomerat asal Indonesia, Hartono Bersaudara, sempat memberikan perlawanan yang gigih, bahkan berhasil memimpin jalannya pertandingan. Namun, ketenangan Christopher Nkunku dari titik putih pada menit krusial 45+1′ menjadi titik balik, sebelum panggung benar-benar diambil alih oleh sang jenderal lapangan tengah, Adrien Rabiot, yang mencetak dua gol krusial pada menit ke-55 dan 88′. Kontribusi Rabiot yang tak hanya mencetak gol, melainkan juga terlibat dalam seluruh proses gol Rossoneri, menjadikannya bintang paling bersinar di malam yang dingin tersebut. Hasil ini sekaligus menegaskan dominasi AC Milan dalam lanjutan Serie A musim ini.
Laporan Babak Pertama: Drama Akhir Paruh Waktu Mengubah Alur
Peluit awal babak pertama di Stadio Giuseppe Sinigaglia pada 15 Januari 2026 menandai dimulainya duel antara dua tim dengan motivasi berbeda namun sama-sama membara. Como 1907, yang bermain di hadapan pendukung sendiri, dengan dukungan penuh dari manajemen Hartono Bersaudara, tampil dengan semangat membara untuk menjegal langkah raksasa Milan. Aura pertandingan terasa begitu intens, dengan kedua tim berupaya membangun serangan dan menguasai lini tengah.
Sebagai tuan rumah, Como 1907 menunjukkan keberanian dan determinasi tinggi. Mereka tidak gentar menghadapi nama besar AC Milan, justru memanfaatkan energi dukungan suporter untuk menekan sejak menit-menit awal. Upaya keras Como akhirnya membuahkan hasil. Dalam sebuah skema serangan yang berhasil membongkar pertahanan Milan, tuan rumah berhasil membuka keunggulan. Detail mengenai siapa pencetak gol dan pada menit ke berapa gol tersebut tercipta memang tidak terekam secara spesifik, namun fakta bahwa Milan harus membalikkan keadaan dari ketertinggalan 0-1 menjadi 1-3 menunjukkan betapa pentingnya gol pembuka Como ini. Gol tersebut memicu sorak sorai di tribun penonton dan memberikan suntikan moral yang luar biasa bagi pasukan Cesc Fabregas. Keunggulan Como tersebut tentu saja menjadi sebuah kejutan yang membuat AC Milan harus bekerja lebih keras.
Tertinggal satu gol, AC Milan tidak panik. Mereka mulai meningkatkan intensitas serangan dan mencari celah di pertahanan Como yang rapat. Tekanan demi tekanan dilancarkan, mencari cara untuk menembus tembok pertahanan tuan rumah yang tampil disiplin. Menjelang akhir babak pertama, saat waktu normal hampir habis dan peluit istirahat sudah di depan mata, sebuah insiden krusial terjadi di kotak terlarang Como. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih, memberikan hadiah penalti untuk AC Milan.
Momen tersebut adalah saat yang sangat genting. Bola diletakkan di titik 12 pas, dengan Christopher Nkunku maju sebagai eksekutor. Di pundaknya, tersemat harapan untuk menyamakan kedudukan dan mengembalikan momentum bagi Rossoneri sebelum jeda. Dengan ketenangan yang luar biasa di bawah tekanan Stadion Giuseppe Sinigaglia yang bergemuruh, Nkunku berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tembakan penaltinya yang akurat menjebol gawang Como pada menit ke-45+1′. Gol ini bukan hanya sekadar menyamakan kedudukan menjadi 1-1, tetapi juga merupakan sebuah pukulan telak bagi mental Como yang hampir saja memasuki ruang ganti dengan keunggulan. Penalti Nkunku menjadi penutup babak pertama yang dramatis, menyisakan banyak pertanyaan tentang arah pertandingan di paruh kedua.
Laporan Babak Kedua: Rabiot Mengukir Sejarah, Milan Menjaga Dominasi
Memasuki babak kedua dengan skor imbang 1-1, pertandingan antara Como 1907 dan AC Milan terasa seperti sebuah laga baru, di mana kedua tim memiliki kesempatan yang sama untuk mengklaim kemenangan. Namun, dengan momentum yang telah kembali ke tangan mereka berkat gol penalti Nkunku, AC Milan tampaknya tampil dengan semangat yang lebih membara dan kepercayaan diri yang lebih tinggi. Mereka segera mengambil inisiatif serangan, bertekad untuk tidak hanya menyamakan kedudukan tetapi juga membalikkan keadaan sepenuhnya.
Strategi yang lebih agresif dari Milan mulai terlihat jelas. Mereka menekan pertahanan Como dengan lebih intens, memanfaatkan lebar lapangan dan kecepatan para penyerang mereka. Tidak butuh waktu lama bagi AC Milan untuk memetik hasil dari tekanan berkelanjutan tersebut. Pada menit ke-55, kurang dari sepuluh menit setelah babak kedua dimulai, Adrien Rabiot tampil sebagai pahlawan. Gelandang energik ini berhasil mencetak gol yang membawa AC Milan berbalik unggul menjadi 1-2. Gol ini merupakan hasil kerja keras tim dan sebuah indikasi jelas akan kemampuan Rabiot dalam membaca permainan dan menuntaskan peluang. Keunggulan 1-2 ini menjadi titik krusial yang menggeser kendali pertandingan sepenuhnya ke tangan Rossoneri.
Meski tertinggal, Como 1907 yang dilatih oleh Cesc Fabregas tidak menyerah begitu saja. Mereka berusaha keras untuk mencari gol penyeimbang, memanfaatkan setiap kesempatan yang ada. Tuan rumah berjuang dengan gigih, mencoba menciptakan peluang melalui serangan balik atau skema bola mati. Namun, pertahanan AC Milan yang telah mendapatkan suntikan kepercayaan diri tampil lebih solid setelah unggul. Mereka mampu meredam setiap upaya Como untuk mendekati gawang, menunjukkan kedewasaan dalam mengelola keunggulan.
Saat pertandingan mendekati menit-menit akhir, dan harapan Como untuk menyamakan kedudukan semakin menipis, Adrien Rabiot kembali muncul sebagai mimpi buruk bagi tuan rumah. Pada menit ke-88, ketika waktu normal hanya menyisakan sedikit lagi, Rabiot mencetak gol keduanya malam itu, menggenapkan torehannya menjadi sebuah *brace*. Gol ini memastikan AC Milan memperlebar jarak menjadi 1-3, sekaligus mengunci kemenangan bagi tim tamu. Gol penutup ini tidak hanya memupuskan semangat juang Como, tetapi juga menjadi sebuah pernyataan dominasi dari AC Milan di markas lawan. Peluit panjang pun akhirnya ditiupkan, mengakhiri laga dengan skor 1-3 untuk kemenangan meyakinkan AC Milan.
Momen-Momen Kunci Pertandingan: Titik Balik Menuju Kemenangan Gemilang
Setiap pertandingan memiliki momen-momen krusial yang membentuk alur cerita dan menentukan hasil akhir. Dalam duel antara Como 1907 dan AC Milan, terdapat beberapa kejadian yang benar-benar menjadi titik balik dan memengaruhi jalannya pertandingan secara signifikan.
- **Gol Pembuka Como:** Meskipun detail pencetak gol dan menitnya tidak spesifik, fakta bahwa Como berhasil mencetak gol pertama dan memimpin jalannya pertandingan adalah momen yang sangat penting. Gol ini memberikan kejutan besar, membuktikan bahwa Como bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Keunggulan ini memberikan harapan dan semangat bagi tuan rumah serta menciptakan tekanan awal bagi AC Milan yang harus segera mencari cara untuk merespons. Momen ini membangun narasi bahwa Milan harus berjuang keras untuk membalikkan keadaan, bukan sekadar menang mudah.
- **Penalti Christopher Nkunku pada Menit 45+1′:** Ini adalah salah satu momen paling dramatis dalam pertandingan. Ketika Como bersiap untuk memasuki jeda babak pertama dengan keunggulan, hadiah penalti untuk Milan datang di menit-menit tambahan waktu. Christopher Nkunku, dengan tanggung jawab besar di pundaknya, maju sebagai algojo. Keberhasilannya mengonversi penalti tersebut menjadi gol penyama kedudukan 1-1 adalah krusial. Gol ini tidak hanya menyelamatkan Milan dari ketertinggalan saat jeda, tetapi juga secara signifikan merusak mental dan momentum Como. Dari yang seharusnya memimpin, Como harus rela berbagi angka dan menghadapi babak kedua dengan hasil imbang. Gol Nkunku menjadi jembatan psikologis yang sangat penting bagi Milan untuk membangun kebangkitan mereka di babak kedua.
- **Dua Gol Adrien Rabiot (Brace) pada Menit 55′ dan 88′:** Tidak ada yang lebih menentukan dalam kemenangan AC Milan selain performa luar biasa Adrien Rabiot. Gol pertamanya pada menit ke-55 mengubah skor menjadi 1-2, memberikan AC Milan keunggulan yang sangat mereka butuhkan. Gol ini menjadi pukulan telak bagi Como yang baru saja kehilangan momentum di akhir babak pertama. Rabiot tidak berhenti di situ. Dengan pertandingan yang hampir usai dan Como berusaha keras mencari gol penyeimbang, Rabiot kembali mencetak gol pada menit ke-88, memperlebar keunggulan menjadi 1-3. Gol kedua ini berfungsi sebagai “paku terakhir di peti mati” bagi harapan Como, secara definitif mengakhiri peluang mereka untuk melakukan *comeback*. Dua gol Rabiot bukan hanya sekadar menambah angka di papan skor, tetapi juga secara langsung menggambarkan dominasi Milan dan ketidakmampuan Como untuk menahan gelombang serangan Rossoneri di babak kedua.
Analisis Taktis dan Performa Pemain: Rabiot Sang Maestro Kemenangan
Kemenangan 3-1 AC Milan atas Como 1907 di kandang lawan adalah bukti nyata superioritas taktikal dan performa individu yang cemerlang, terutama di babak kedua. Meskipun Como sempat unggul dan memberikan perlawanan sengit, terutama di babak pertama, Milan berhasil menunjukkan kualitas mereka sebagai tim papan atas Serie A yang mampu bangkit dari ketertinggalan dan membalikkan keadaan.
Secara taktis, AC Milan tampaknya mampu melakukan penyesuaian yang efektif setelah tertinggal di babak pertama. Kehadiran gol penyama kedudukan Nkunku di akhir babak pertama memberikan mereka landasan mental yang kuat untuk babak kedua. Di paruh kedua, Milan tampil lebih dominan, meningkatkan tekanan dan efektivitas serangan. Mereka berhasil menguasai lini tengah dan menciptakan lebih banyak peluang, yang akhirnya terkonversi menjadi gol-gol kemenangan. Kemampuan untuk mengubah skor dari 0-1 menjadi 3-1 menunjukkan kedalaman skuad dan fleksibilitas taktis pelatih mereka.
Di antara para pemain, Adrien Rabiot layak disebut sebagai bintang paling terang dalam pertandingan ini. Statistik menunjukkan bahwa ia tidak hanya mencetak *brace* (dua gol) yang krusial pada menit ke-55 dan 88′, tetapi juga “terlibat dalam seluruh proses gol Rossoneri”. Keterlibatan ini sangat mendalam, mengindikasikan bahwa Rabiot adalah arsitek utama di balik keberhasilan Milan mencetak gol. Ini bisa berarti ia tidak hanya mencetak dua golnya sendiri, tetapi juga mungkin memenangkan penalti untuk Nkunku, atau memberikan *key pass* yang memulai serangan yang berujung pada penalti. Perannya sebagai gelandang tengah yang mampu mendistribusikan bola, memenangkan duel, dan juga memiliki naluri mencetak gol menjadikannya pemain yang sangat komprehensif. Kehadirannya memberikan keseimbangan antara pertahanan dan serangan, serta daya dobrak yang tak tertandingi di lini tengah.
Christopher Nkunku juga memainkan peran vital. Gol penaltinya pada menit ke-45+1′ menunjukkan ketenangannya di bawah tekanan dan menjadi penyelamat bagi AC Milan. Tanpa gol penyama kedudukan ini, Milan mungkin akan memasuki jeda dengan defisit dan mental yang terganggu. Gol Nkunku adalah momen krusial yang mengembalikan kepercayaan diri tim dan mengubah dinamika pertandingan.
Dari sisi Como 1907, meskipun kalah, mereka tidak menyerah tanpa perlawanan. Pelatih mereka, Cesc Fabregas, berkomentar pasca laga, “Yang fokusnya ke hasil, akan menikmati laga tadi.” Pernyataan ini mengindikasikan bahwa, terlepas dari hasil akhir, ada aspek-aspek positif dalam permainan Como yang layak diapresiasi. Mereka mampu memimpin, menunjukkan organisasi pertahanan yang solid di awal, dan berusaha keras mencari gol balasan. Performa ini, meski berujung kekalahan, menunjukkan potensi dari klub yang dimiliki Hartono Bersaudara ini untuk bersaing di level tertinggi.
Konteks dan Dampak Hasil Pertandingan: Laju Tak Terkalahkan Milan dan Tantangan Como
Kemenangan 3-1 AC Milan atas Como 1907 pada 15 Januari 2026 di Serie A memiliki konteks dan dampak yang signifikan bagi kedua tim. Bagi AC Milan, hasil ini adalah sebuah penegasan akan ambisi mereka di Liga Italia musim ini.
Bagi AC Milan: Kemenangan ini sangat penting untuk menjaga momentum positif mereka di Serie A. Salah satu dampak paling mencolok adalah bahwa AC Milan “menjaga rekor tandang” mereka. Ini menunjukkan bahwa Rossoneri memiliki mentalitas juara yang kuat dan mampu tampil konsisten bahkan saat bermain di markas lawan yang seringkali sulit. Memenangkan pertandingan tandang, terutama setelah sempat tertinggal, adalah indikator kekuatan mental dan kedalaman skuad. Hasil ini tentunya akan memperkuat posisi mereka di klasemen Liga Italia, mempertahankan tekanan pada tim-tim pesaing di puncak, dan membangun kepercayaan diri untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya. Kemenangan ini bukan hanya sekadar tiga poin, tetapi juga sebuah pernyataan bahwa mereka adalah penantang serius untuk gelar musim ini.
Bagi Como 1907: Meskipun mengalami kekalahan di kandang, performa Como, terutama di babak pertama, menunjukkan bahwa mereka bukanlah tim yang mudah ditaklukkan. Klub milik konglomerat asal Indonesia, Hartono Bersaudara, ini berhasil memimpin pertandingan, sebuah prestasi yang patut dicatat saat berhadapan dengan salah satu raksasa Italia. Komentar pelatih Cesc Fabregas pasca pertandingan, “Yang fokusnya ke hasil, akan menikmati laga tadi,” mengisyaratkan bahwa timnya telah memberikan perlawanan yang layak dan mungkin ada banyak hal positif yang bisa diambil dari aspek permainan mereka, terlepas dari skor akhir. Kekalahan ini tentu saja menjadi tantangan bagi Como untuk bangkit dan menemukan konsistensi. Namun, pengalaman menghadapi tim sekelas Milan dengan perlawanan yang gigih bisa menjadi pelajaran berharga dan memotivasi mereka untuk pertandingan-pertandingan berikutnya dalam perjalanan mereka di Liga Italia. Hasil ini menempatkan mereka pada posisi untuk mengevaluasi dan memperbaiki strategi demi meraih hasil yang lebih baik di masa depan.
***
FAQ
- **Berapa skor akhir pertandingan Como 1907 vs AC Milan?**
Skor akhir pertandingan adalah 1-3 untuk kemenangan AC Milan.
- **Siapa saja pencetak gol untuk AC Milan dalam pertandingan ini?**
Pencetak gol untuk AC Milan adalah Christopher Nkunku (penalti) dan Adrien Rabiot (brace).
- **Pada menit keberapa gol-gol AC Milan dicetak?**
Christopher Nkunku mencetak gol penalti pada menit 45+1′, sedangkan Adrien Rabiot mencetak gol pada menit 55′ dan 88′.
- **Siapakah pemain yang disebut sebagai bintang pertandingan dari AC Milan?**
Adrien Rabiot disebut sebagai bintang karena terlibat dalam seluruh proses gol Rossoneri.
- **Siapa pelatih Como 1907 yang memberikan komentar pasca laga?**
Pelatih Como 1907 yang memberikan komentar pasca laga adalah Cesc Fabregas.